
Di sebagian kecil wilayah Sarolangun, masih banyak daerah terpencil dengan akses jalan yang terbatas. Kondisi ini menyebabkan kehidupan warganya terisolasi dari perkembangan luar.
Kisah harapan untuk terhubung dengan dunia luar menjadi suara yang terus menggemakan, meminta perhatian dari berbagai pihak. Salah satu dari gema suara itu datang dari harapan masyarakat Sialang Batuah.
Kondisi Saat Ini dan Tantangan
Dari Sialang Batuah, penduduk masih harus menempuh rute panjang. Mereka perlu melalui jalan produksi PT Agronusa Alam Sejahtera dan PT Wanakasita Nusantara. Jalan itu harus dilalui untuk mencapai kantor kecamatan sejauh lebih dari 40 kilometer. Bahkan banyak warganya belum pernah melihat wajah camatnya langsung. Jalan yang ada seringkali rusak dan tidak terawat, menyulitkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Sebenarnya Sialang Batuah merupakan bagian dari Desa Guruh Baru. Daerah ini masuk kategori daerah 3T (terpencil, tertinggal, terdepan). Ada jalan sepanjang 15 kilometer yang digunakan untuk menuju kantor Pemerintah desanya.
Namun kondisi jalan yang masih berupa tanah murni dan tidak adanya parit membuat jalan ini tidak berumur lama. Keadaan ini menghambat masyarakat untuk bisa mengaksesnya di saat datang musim penghujan.
Kondisi jalan yang berat untuk bisa di lalui membuat masyarakat lambat laun meninggalkan jalan tersebut. Jalan berubah menjadi jalan setapak. Kondisinya rusak parah dengan genangan air yang tidak mengering. Ini terjadi meski tidak di musim hujan.

Tantangan pembangunan akses jalan di daerah terpencil ini antara lain sulitnya medan. Ada keterbatasan anggaran. Perizinan juga kompleks, terutama ketika melibatkan kawasan hutan konservasi.
Manfaat yang Diharapkan
Pembangunan akses jalan di daerah terpencil Sialang Batuah diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat. Secara ekonomi, akan memudahkan distribusi hasil pertanian ke pasar luas, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembangunan akses jalan di daerah terpencil Sialang Batuah diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat. Secara ekonomi, akan memudahkan distribusi hasil pertanian ke pasar luas, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Secara sosial, akan mempermudah akses ke layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan, meningkatkan kualitas hidup warga. Selain itu, juga akan memperkuat konektivitas antar daerah, mempromosikan budaya dan pariwisata.
Upaya yang Telah Dilakukan dan Harapan ke Depan
Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah mencoba melakukan upaya untuk mengatasi masalah akses jalan di daerah ini. Pada saat Drs. H. Cek Endra memimpin Sarolangun beliau pernah mengalokasikan anggaran dari pemerintah daerah untuk pembuatan jalan. Jalan penghubung dari Sialang Batuah yang melewati kawasan hutan dibuka.
Selain itu, Kepala Desa (PjS) Desa Guruh Baru Nursholeh, S.IP juga telah mendesak pemerintah daerah untuk membangun jalan tersebut. Beliau juga melakukan komunikasi dan pendekatan kepada PT Wanakasita Nusantara dan PT Agronusa Alam Sejahtera. Beliau berharap kedua perusahaan HTI tersebut turun tangan untuk membantu. Harapannya tidak harus dengan pengerasan. Yang penting jalan rata dan dibuatkan parit di kanan-kiri badan jalan.
Perwakilan masyarakat Sialang Batuah juga mencoba mengajukan permohonan kepada pihak-pihak yang berwenang. Perwakilan masyarakat menyampaikan proposal perizinan untuk memakai areal yang masuk kawasan hutan itu bisa legal dibuat akses jalan.
Proposal ini dititipkan kepada Bapak Dr. Edi Purwanto, SH.I.,M.Si selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Propinsi Jambi Partai PDI Perjuangan.
Meskipun demikian, upaya yang lebih besar dan terkoordinasi masih diperlukan. Berbagai pihak harus terlibat. Ini termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.
Harapan warga daerah terpencil di Sialang Batuah adalah memiliki akses jalan yang baik. Harapan ini tidak hanya tentang terhubung dengan dunia luar, tetapi juga tentang membuka peluang baru dan meningkatkan kualitas hidup.
Semoga…….
