Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad saw Ajang Instrospeksi Diri


Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad saw yang diperingati oleh masyarakat Sialang Batuah di Masjid H Cek Endra, Jum’at 16 Januari 2026.

Isra’ wal Mi’raj Nabi Besar Muhammad saw sudah menjadi salah satu agenda kegiatan keagamaan yang rutin diperingati di Sialang Batuah. 

Wujud dari pelaksanaan peringatan Isra’ wal Mi’raj  ini terkadang diselenggarakan dengan cara melaksanakan kegiatan yang sangat sederhana. Tak jarang terkadang juga dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang sangat meriah.

Di tahun 2026 ini, bertepatan dengan hari Jumat tanggal 16 Januari 2026 selepas sembahyang Jum’at peringatan Isra’ wal Mi’raj di Sialang Batuah dilaksanakan secara sederhana.

Acara peringatan Isra’ wal Mi’raj Nabi di Sialang Batuah pada kesempatan kali ini dilaksanakan dengan mengadakan pengajian di masjid H. Cek Endra Sialang Batuah. Pengajian dihadiri oleh sebagian besar masyarakat Sialang Batuah, tua muda, laki-laki dan perempuan.

Panitia acara pengajian yang diketua oleh Ustadz Ruhan mengundang penceramah  pimpinan Pondok Pesantren dari Desa Sukamaju Kecamatan Mandiangin Timur. Beliau bernama Ustadz Falah.

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan tiga hal yang perlu ditingkatkan sebagai hikmah dalam memperingati Isra’ wal Mi’raj kali ini.

Hal pertama ialah menjadi kebersihan hati. Sebab menurut tuntunan dari para ulama terdahulu, dengan menjaga hati kita dalam keadaan bersih bisa menjadi jalan bagi kita untuk menjadi penghuni surga. Maka jauhkanlah hati kita dari hal-hal yang mengotori. Sifat iri, dengki dan sombong merupakan sifat iblis yang bisa merusak kadar ibadah kita.

Hal selanjutnya selaras dengan hasil yang diperoleh oleh Nabi Muhammad saw dalam perjalanan Isra’ wal Mi’raj tersebut adalah perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Maka dari itu kita sebisa mungkin untuk dapat melaksanakan kewajiban tersebut sebagai umat Muslim.

Shalat bukan hanya untuk rutinitas beribadah. Tapi shalat bisa menjadi jalan kita untuk dapat meraih kebahagiaan. Maka beliau berpesan agar kita dapat melaksanakan kewajiban shalat ini dengan bersungguh-sungguh. Tidak melaksanakannya hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban.

Hal terakhir yang beliau sampaikan adalah pesan agar kita senantiasa menjaga hubungan baik secara vertikal dan secara horizontal. Hubungan secara vertikal artinya kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dengan cara melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan dan menjauhi larangan-Nya.

Menjaga hubungan secara horizontal artinya kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh manusia lain tanpa membeda-bedakan dari sisi kemanusiaan. Agar kita bisa diterima di lingkungan kita dengan keikhlasan.

Acara diakhiri dengan doa penutup dilanjutkan dengan ramah tamah. Setelah acara sebagian masyarakat melaksanakan shalat Ashar berjamaah diimami oleh Ustadz Falah.

Dengan diperingatinya Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad saw di Sialang Batuah semoga akan menjadi pengingat bagi masyarakat Sialang Batuah pada umumnya dan pada masyarakat muslim pada khususnya untuk senantiasa menjaga hal-hal baik yang akan menjadikan jalan bagi kita untuk meraih kebahagiaan. Semoga…….